Kamu punya produk atau layanan untuk dijual, tapi tidak tahu bagaimana membuat halaman khusus yang fokus mengubah pengunjung menjadi pelanggan? Halaman landing page adalah jawabannya.
Landing page adalah halaman web yang dirancang khusus untuk satu tujuan: membuat pengunjung melakukan tindakan tertentu, seperti membeli produk, mendaftar email, atau mengisi formulir. Berbeda dari halaman biasa di website kamu, landing page lebih sederhana, tanpa menu navigasi yang ramai, dan semua elemen mengarah ke satu tombol aksi.
Dalam tutorial ini, kamu akan belajar cara membuat halaman landing page di WordPress dari nol, bahkan tanpa pengalaman coding.
Apa yang Akan Kamu Capai
Setelah mengikuti panduan ini, kamu akan memiliki:
- Satu halaman landing page yang siap digunakan
- Desain yang menarik tanpa harus bayar desainer
- Formulir untuk mengumpulkan data pelanggan
- Tombol aksi (call-to-action) yang jelas
Langkah 1: Pilih dan Instal Plugin Landing Page
Kamu tidak perlu coding untuk membuat landing page di WordPress. Plugin akan membantu. Dua pilihan terpopuler dan gratis adalah Elementor dan Beaver Builder.
Untuk tutorial ini, kita pakai Elementor karena paling mudah untuk pemula.
Cara menginstal Elementor:
- Masuk ke dashboard WordPress kamu (halaman admin).
- Klik menu Plugins di sebelah kiri.
- Klik tombol Add New (warna biru di atas).
- Di kotak pencarian, ketik "Elementor".
- Cari plugin bernama "Elementor – Website Builder" (yang dibuat Elementor.com).
- Klik tombol Install Now, tunggu sebentar, lalu klik Activate.
Setelah Elementor aktif, kamu akan melihat menu baru bernama "Elementor" di sidebar admin.
⚠️ Catatan penting: Jika kamu menggunakan tema WordPress gratis seperti Astra atau OceanWP, Elementor bekerja lebih baik. Tema premium seperti Neve atau GeneratePress juga cocok.
Langkah 2: Buat Halaman Baru untuk Landing Page
- Dari dashboard, klik Pages → Add New.
- Beri nama halaman, misalnya "Daftar Webinar Gratis" atau "Beli Paket Premium".
- Di bawah judul, kamu akan melihat tombol Edit with Elementor (warna ungu). Klik tombol itu.
Sekarang kamu masuk ke editor visual Elementor. Di layar akan muncul kanvas kosong putih.
Langkah 3: Pilih Template Landing Page
Kamu bisa mulai dari kosong atau pakai template siap pakai (lebih cepat).
Cara pakai template:
- Lihat panel kiri. Klik ikon folder atau tulisan Templates.
- Klik Blocks atau Pages untuk melihat template landing page.
- Cari template yang cocok dengan tujuan kamu (misalnya "Sales Page" atau "Lead Generation").
- Hover ke template pilihan, lalu klik Insert.
Template akan muncul di kanvas. Kamu bisa mengedit setiap bagian sesuai kebutuhan.
⚠️ Jika template tidak muncul: Pastikan kamu sudah login ke akun Elementor gratis (di elementor.com). Daftar gratis jika belum punya.
Langkah 4: Edit Bagian-Bagian Landing Page
Landing page yang baik punya struktur ini:
Bagian Header (Atas)
Berisi judul besar dan deskripsi singkat tentang penawaran kamu.
Cara edit:
- Klik teks di bagian atas halaman.
- Di panel kanan, ubah teks, ukuran font, warna, dan alignment.
- Tekan Update atau Publish untuk simpan.
Bagian Gambar atau Video
Pasang foto produk atau video demo di tengah halaman.
Cara tambah gambar:
- Klik Add Element (ikon + di panel kiri).
- Cari dan klik Image.
- Klik Upload dan pilih foto dari komputer kamu.
- Atur ukuran gambar dengan drag sudut-sudutnya.
Bagian Daftar Keuntungan
Buat list singkat: apa yang didapat pengunjung jika membeli atau mendaftar.
Contoh:
- ✓ Akses seumur hidup
- ✓ Support 24 jam
- ✓ Bonus template gratis
Cara buat:
- Klik Add Element → List.
- Edit item sesuai keuntungan produk kamu.
- Atur warna dan ikon di panel kanan.
Bagian Formulir
Ini paling penting. Formulir mengumpulkan email atau data pelanggan.
Cara tambah formulir:
- Klik Add Element → Form.
- Formulir default sudah ada field "Name" dan "Email".
- Klik field untuk edit (misalnya ubah placeholder text).
- Di bawah, klik Add Item jika ingin tambah field baru (nomor telepon, pesan, dll).
- Di tab Actions After Submit, pilih apa yang terjadi setelah pengunjung kirim formulir:
- Email: Kirim data ke email kamu.
- Redirect: Bawa pengunjung ke halaman terima kasih.
⚠️ Penting: Pastikan email di field "Send To" adalah email kamu yang benar. Jika salah, data pelanggan tidak akan sampai.
Langkah 5: Tambahkan Tombol Call-to-Action (CTA)
Tombol aksi harus jelas dan menonjol. Warna kontras (merah, biru, hijau) lebih baik dari warna gelap.
Cara tambah tombol:
- Klik Add Element → Button.
- Ubah teks tombol menjadi sesuatu yang menggerakkan, misalnya:
- "Beli Sekarang"
- "Daftar Gratis"
- "Dapatkan Akses"
- Di panel kanan, atur:
- Text Color: Warna teks (putih lebih kontras di tombol berwarna).
- Background Color: Warna tombol (pilih warna cerah).
- Size: Ukuran tombol (besar agar mudah diklik).
- Klik tombol, lalu tab Link untuk arahkan ke halaman pembayaran atau form terima kasih.
Langkah 6: Atur Warna, Font, dan Spacing
Desain yang rapi membuat pengunjung lebih percaya.
Tips cepat:
- Gunakan maksimal 2–3 warna saja.
- Pilih font yang mudah dibaca (Roboto, Open Sans, Poppins).
- Beri jarak (margin dan padding) antar bagian agar tidak terasa sesak.
Untuk mengatur ini, klik elemen, lalu gunakan panel Style di sebelah kanan.
⚠️ Jangan lupa: Hapus menu navigasi standar dari landing page agar pengunjung fokus pada satu tujuan. Caranya: klik Menu di panel kiri Elementor, lalu atur agar menu tidak muncul di halaman ini.
Langkah 7: Pratinjau dan Publikasikan
- Klik tombol Preview (ikon mata) di atas untuk melihat tampilan halaman.
- Buka di perangkat berbeda (mobile, tablet, desktop) untuk pastikan responsif.
- Jika sudah puas, klik Publish (tombol biru di atas).
Halaman landing page kamu sekarang sudah live dan bisa diakses orang lain.
Tips Singkat untuk Landing Page yang Efektif
- Judul harus jelas: Pengunjung harus langsung tahu apa yang ditawarkan dalam 3 detik pertama.
- Hapus distraksi: Jangan ada link keluar atau menu navigasi yang membawa pengunjung pergi.
- Tombol CTA harus menonjol: Warna cerah, teks singkat, dan ditempatkan di tempat terlihat.
- Mobile-friendly: Lebih dari 60% pengunjung pakai ponsel. Pastikan halaman terlihat bagus di layar kecil.
- Formulir singkat: Semakin sedikit field, semakin banyak yang akan diisi. Tanya hanya informasi yang benar-benar kamu butuhkan.
- Jangan lupa footer: Tambahkan link kebijakan privasi dan kontak untuk kredibilitas.
Langkah Berikutnya
Setelah landing page selesai, kamu bisa:
- Bagikan link landing page di media sosial, email, atau iklan berbayar (Google Ads, Facebook Ads). Jika kamu juga berjualan di marketplace, pastikan toko kamu sudah dioptimalkan — pelajari mengapa toko Shopee sepi pembeli ini penyebabnya agar strategi penjualan kamu lebih menyeluruh.
- Pantau performa dengan menambahkan Google Analytics. Di Elementor, ada integrasi mudah untuk tracking konversi. Untuk performa server yang lebih baik, kamu juga bisa mempertimbangkan WordPress object cache agar halaman landing page kamu loading lebih cepat.
- A/B testing: Buat dua versi landing page dengan judul atau warna tombol berbeda, lalu lihat mana yang lebih banyak konversi.
- Otomatisasi email: Hubungkan formulir ke layanan email seperti Mailchimp atau GetResponse agar pengunjung yang mendaftar otomatis dapat email follow-up.
Membuat landing page di WordPress memang mudah kalau tahu langkah-langkahnya. Mulai dari template, edit sesuai kebutuhan, dan publikasikan. Selamat mencoba!